Sudah menjadi kewajiban bagi tiap Muslim apabila datang undangan padanya untuk memenuhi undangan tersebut. Garut bukanlah tempat yang dekat dari Bogor kota asal saya, namun keingin untuk menghadiri undangan seorang teman sungguh menggebu-gebu sejak awal saya menerima undangan itu dua minggu yang lalu. Banyak hal yang saya rencanakan untuk bisa menghadiri pesta pernikahan teman saya itu dan memang bukan suatu hal yang mudah untuk mampu menjalankah rencana itu. Pada awalnya saya telah komunikasikan kehadiran saya nantinya dipesta pernikahan teman saya itu dengan mengajak satu orang teman yang kebetulan pernah tinggal digarut. Dia pernah tinggal di desa tempat teman saya hajatan dan juga bersekolah disana. Rencana tinggal rencana hingga akhirnya ia membatalkan kehadirannya dikarenakan banyak tugas kantor yang harus ia kerjakan. Tidak putus asa, dan tidak pantang menyerah dan saya pun menemukan jalan lain. Ketika saya sedang baca-baca facebook, dengan kebetulan jalan lain pun terbuka. Tawaran ke Garut untuk menghadiri pesta pernikahan datang dari Dosen saya, Pak Ramlan. Ia telah mendapatkan empat anggota yang akan ke Garut, namun orang yang dibutuhkan adalah delapan orang. Tanpa pikir panjang lagi saya mendaftar untuk menjadi bagian didalamnya.
Hari berganti hari, waktu berganti waktu hingga akhirnya detik yang ditunggu-tunggu tiba. Perjalanan ke Garut akan sangat menyenangkan pikir saya, tapi ternyata hal ini memang benar. Awalnya perjalanan ke Garut hampir saja dibatalkan dikarenakan Rental Mobil tempat kami menyewa mobil dengan sepihak membatalkan penyewaan pada jam 10 malam. Padahal, rencananya mobil akan diambil jam 5 pagi, namun hal ini dibatalkan. Pembatalan sepihak tersebut bukahlah hal yang menyenangkan, tapi dengan ini pula rencana ke Garut kami untuk memenuhi undangan saudara kami hampir batal. Tiba-tiba saudari kami yang lain mengabari bahwa tetangganya mau meminjamkah mobilnya dan rencana ke Garutpun akhirnya tidak dibatalkan.
Perjalanan dimulai dari Beranang Siang, yang merupakan lokasi kami berkumpul menunggu teman yang akan ikut ke garut. Delapan orang, ya kami genap delapan orang dan perjalanan pun dimulai. Dalam perjalanan inilah nilai plus-plusnya berasal.
Gorengan merupakan awal pada plus plus pertama, dilanjut dengan krekers, ditambah Trenz, rujak, eh laper makan nasipun menjadi sasaran berikutnya. Pak Ramlan yang mengemudikan mobil mencari tempat teduh dipinggir tol untuk bersantap ria, namun setelah kami berhenti disalah satu sisi jalan tol petugas keamanan tol pun datang dan tanpa berkata-kata kamipun mengambil tindakan untuk mencari tempat yang aman dan tenang. Tempat teduh dipinggir jalan tol di KM 97 pun menjadi tempat kami membuka perbekalan dan plus plus berikutnya dimulai. Makan nasi dengan goreng tempe, tahu, ayam goreng, lalapan selada plus sambal merupakan menu yang luar biasa lezat dalam perjanan menuju tempat Hajatan di Garut.
Senang, kenyang dan dengan tenang kami bergegas lagi melanjutkan perjalanan yang memang akan memakan waktu 5 jam perjananan untuk satu kali perjalanan. Lagi-lagi plus plus berikutnya dimulai, makanan demi makanan ringan keluar dari tas-tas kami dan dengan tanpa terpaksa kami menyantapnya dengan lahap hingga akhirnya tiba di tempat yang kami tuju yaitu Garut.
Cerita ini sangatlah panjang namun inti dari semuanya bahwasannya hal yang saya temui selama perjanan menuju sampai pulang dari Garut merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan. Banyak cerita dan banyak plus plusnya yang mengisi ruang perut ini disetiap waktu yang terlewati selama perjananan. Undangan kawan saya ini memang undangan yang paling jauh yang pernah saya terima dan saya datangi, dan semoga masih ada hal-hal yang menyenangkan lainnya yang akan saya temui dikemudian hari.