- 1. SURAH AL-FATIHAH
Surah Al-Fatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surah pertama dalam al-Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap di antara surah-surah yang ada dalam Al-Qur’an. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam salat.
- 2. SURAH AL-BAQARAH
Surah Al-Baqarah (Arab: البقرة , al-Baqarah, “Sapi Betina”) adalah surah ke-2 dalam Al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 286 ayat, 6.221 kata, dan 25.500 huruf dan tergolong surah Madaniyah. Sebagian besar ayat dalam surah ini diturunkan pada permulaan hijrah, kecuali ayat 281 yang diturunkan di Mina saat peristiwa Haji Wada’. Surah ini merupakan surah terpanjang dalam Al-Qur’an. Surah ini dinamaial-Baqarah yang artinya Sapi Betina karena di dalam surah ini terdapat kisah penyembelihan sapi betina yang diperintahkan Allahkepada Bani Israil (ayat 67-74). Surah ini juga dinamai Fustatul Qur’an (Puncak Al-Qur’an) karena memuat beberapa hukum yang tidak disebutkan dalam surah yang lain. Dinamai juga surat Alif Lam Mim karena surah ini dimulai dengan huruf arab Alif Lam dan Mim.
2.1 ISI/ KANDUNGAN DALAM SURAH AL-BAQARAH
Tiga Golongan Manusia dalam menghadapi Al-Qur’an (1-20)
Keesaan dan kekuasaan Allah SWT. (21-39)
- Perintah menyembah Allah SWT. Yang Maha Esa (21-22)
- Tantangan Allah SWT. kepada Kaum Musyrikin mengenai Al-Qur’an (23-24)
- Ganjaran bagi orang-orang yang beriman (25)
- Perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur’an dan hikmah-hikmahnya (26-27)
- Bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. (28-29)
- Penciptaan manusia dan penguasaannya di bumi (30-39)
Peringatan Allah SWT. kepada Bani Israil (40-141)
Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam (142-214)
- Sekitar pemindahan Ka’bah (142-152)
- Cobaan berat dalam menegakkan kebenaran (153-157)
- Manasik Haji (158)
- Laknat terhadap orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat Allah SWT. dan orang-orang kafir (159-162)
- Allah SWT. Yang Berkuasa dan Yang Menentukan (163-170)
- Makanan yang Halal dan yang Haram (172-176)
- Pokok-pokok kebajikan (117)
- Kisas dan hikmahnya (178-179)
- Wasiat (180-182)
- Puasa (183-188)
- Berjihad dengan jiwa dan harta di jalan Allah SWT. (189-195)
- Haji (196-203)
- Perbuatan orang-orang munafik (204-210)
- Hikmah diutusnya para rasul dan berbagai cobaan bagi para pengikutnya (211-214)
Beberapa Hukum Syariat (215-252)
- Orang-orang yang diberi nafkah (215)
- Hukum perang dalam Islam (216-218)
- Khamr, judi, harta yang dinafkahkan dan pemeliharaan anak yatim (219-220)
- Pokok-pokok hukum perkawinan, perceraian, dan penyusuan (221-237)
- Kewajiban mengerjakan salat biarpun dalam keadaan takut (238-239)
- Wasiat untuk Istri dan Mutah (240-242)
- Kewajiban berjihad dan mengeluarkan harta di jalan Allah SWT. (243-252)
Tentang rasul-rasul dan kekuasaan Allah SWT. (253-260)
- Keistimewaan dan perbedaan derajat rasul-rasul (253)
- Anjuran membelanjakan harta (254)
- Ayat Kursi (255)
- Tidak ada paksaan memasuki agama Islam (256-257)
- Membangkitkan kembali orang-orang yang sudah mati (258-260)
Cara-cara menggunakan harta dan hukum-hukumnya (261-286)
- Menafkahkan harta di jalan Allah SWT. (261-274)
- Hukum Riba (275-281)
- Kesaksian dalam Muamalah (282-283)
- Pujian Allah SWT. terhadap para mukmin dan do’a mereka (284-286)
- 3. SURAH ALI IMRAN
Surah Ali ‘Imran (Arab: آل عمران , Āli-’Imrān, “Keluarga ‘Imran”) adalah surah ke-3 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri dari 200 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Dinamakan Ali ‘Imran karena memuat kisah keluarga Imran yang di dalam kisah itu disebutkan kelahiranNabi Isa, persamaan kejadiannya dengan Nabi Adam, kenabian dan beberapa mukjizatnya, serta disebut pula kelahiran Maryam binti Imran, ibu Nabi Isa. Surah Al-Baqarah dan Ali ‘Imran ini dinamakan Az-Zahrawan (Dua Yang Cemerlang), karena kedua surah ini menyingkapkan hal-hal yang menurut apa yang disampaikan Al-Qur’an disembunyikan oleh para Ahli Kitab, seperti kejadian dan kelahiran Nabi Isa kedatangan Nabi Muhammad dan sebagainya.
3.1 ISI/ KANDUNGAN DALAM SURAH ALI IMRAN
Keesaan dan Kekuasaan Allah SWT (1-32)
- Al-Qur’an dan kitab-kitab sebelumnya (1-9)
- Ancaman Allah SWT. kepada orang-orang kafir dan pengaruh harta benda duniawi (10-16)
- Pernyataan Allah SWT. tentang Keesaan dan Keadilan-Nya serta agama yang diridhai-Nya (18-20)
- Pembalasan terhadap orang-orang yang membunuh nabi-nabi (21-22)
- Orang-orang Yahudi berpaling dari hukum Allah SWT. (23-25)
- Bukti-bukti Kekuasaan dan Kebenaran Allah SWT. (26-27)
- Larangan berpihak kepada orang kafir (28-30)
- Bukti cinta kepada Allah SWT. (31-32)
Keluarga Imran (33-92)
- Keutamaan keluarga Imran (33-44)
- Kisah Al-Masih Isa AS. putra Maryam AS. (45-63)
- Ajakan kepada agama Tauhid (Millah Nabi Ibrahim AS) (64-68)
- Sikap ahli kitab terhadap orang Islam (69-74)
- Keburukan-keburukan orang Yahudi 75-78)
- Seorang nabi tidak akan menyuruh manusia menyembah dirinya (79-80)
- Janji para nabi kepada Allah SWT. tentang kenabian Nabi Muhammad SAW. (81-92)
Bantahan Allah SWT. terhadap pendapat-pendapat ahli kitab yang keliru (93-120)
- Bantahan terhadap larangan orang Yahudi tentang makanan (93-95)
- Bantahan terhadap pengakuan ahli kitab tentang rumah ibadah pertama (96-99)
- Keharusan menjaga persatuan (100-109)
- Kelebihan umat Islam dari umat yang lain (110-115)
- Perumpamaan harta yang dinafkahkan orang-orang kafir (116-117)
- Larangan mengambil orang Yahudi sebagai teman kepercayaan (118-120)
Kisah perang Badar dan Uhud (121-200)
- Sabar dan tawakal kepada Allah SWT. pangkal kemenangan (121-129)
- Larangan melakukan riba dan perintah untuk bertakwa (130-131)
- Perintah taat kepada Allah SWT. dan Rasul serta sifat-sifat orang yang bertakwa (132-148)
- Peringatan supaya waspada terhadap ajakan orang-orang kafir (149-151)
- Sebab-sebab kekalahan umat Islam dalam perang Uhud (152-155)
- Menanamkan jiwa berkurban dan berjihad (156-158)
- Allah dan beberapa sifat Nabi Muhammad SAW. (159-164)
- Beberapa sifat orang-orang munafik (165-168)
- Pahala orang-orang yang mati syahid (169-175)
- Ayat-ayat untuk menentramkan hati Nabi Muhammad SAW. (176-179)
- Kebakhilan dan dusta serta balasannya (180-189)
- Faedah selalu mengingat Allah SWT dan merenungkan ciptaannya (190-195)
- Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin (196-200)
- 4. SURAH AN NISA’
Surah An-Nisa’ (bahasa Arab:النسآء, an-Nisā, “Wanita“) terdiri atas 176 ayat dan tergolong surah Madaniyyah. Dinamakan An- Nisa(wanita) karena dalam surat ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita serta merupakan surah yang paling membicarakan hal itu dibanding dengan surah-surah yang lain. Surah yang lain banyak juga yang membicarakan tentang hal wanita ialah surah At-Talaq Dalam hubungan ini biasa disebut surah An-Nisa dengan sebutan: Surah An-Nisa Al Kubra (surah An-Nisa yang besar), sedang surah At-Talaq disebut dengan sebutan: Surah An-Nisa As-Sughra (surah An-Nisa yang kecil).
Pokok-pokok Isi:
- Keimanan: Syirik (dosa yang paling besar); akibat kekafiran di hari kemudian.
- Hukum-hukum:Kewajiban para washi dan para wali; hukum poligami; mas kawin; memakan harta anak yatim dan orang-orang yang tak dapat mengurus hartanya; pokok-pokok hukum warisan; perbuatan-perbuatan keji dan hukumannya, wanita-wanita yang haram dikawini; hukum-hukum mengawini budak wanita; larangan memakan harta secara bathil; hukum syiqaq dan nusyuq; kesucian lahir batin dalam salat; hukum suaka; hukum membunuh seorang Islam; salat khauf; larangan melontarkan ucapan-ucapan buruk; masalah pusaka kalalah.
- Kisah-kisah:Kisah-kisah tentang Nabi Musa a.s. dan pengikut-pengikutnya.
- Dan lain-lain:Asal manusia adalah satu; keharusan menjauhi adat-adat zaman jahiliyah dalam perlakuan terhadap wanita; norma-norma bergaul dengan isteri; hak seseorang sesuai dengan kewajibannya; perlakuan ahli kitab terhadap kitab-kitab yang diturunkan kepadanya; dasar-dasar pemerintahan; cara mengadili perkara; keharusan siap-siaga terhadap musuh; sikap-sikap orang munafik dalam menghadapi peperangan; berperang di jalan Allah adalah kewajiban tiap-tiap mukallaf; norma dan adab dalam peperangan; cara menghadapi orang-orang munafik; derajat orang-orang yang berjihad.
- Ketaatan pada Allah dan Rosulnya: Taat pada Allah dan Rosul berpahala Surga dan menentang Allah dan Rosul mendapat Neraka